Sebagai pelajar Indonesia di Tiongkok, sudahkah Anda diberikan Corona Vaccine?

Satrianawati & Rara Angela Julianti Nengsih

satrianawati[at]pgsd.uad.ac.id & raraangela7676 [at] gmail.com

Kenalan dulu yuk sama vaksin….

Vaksin berasal dari Bahasa Latin “Vaccine” dari bakteri Variolae vaccinae yang pertama kali didemonstrasikan pada 1798 dapat mencegah dampak dari smallpox atau cacar pada manusia. Kata vaksin saat ini digunakan pada seluruh preparasi biologis dan produksi material menggunakan makhluk hidup yang meningkatkan imunitas melawan penyakit, mencegah (prophylactic vaccines) atau perawatan penyakit (therapeutic vaccines). Vaksin dimasukkan ke dalam tubuh dalam bentuk cairan baik melalui injeksi, oral, maupun rute intranasal (World Health Organization, 2012). Sebagai suatu senyawa, vaksin berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Vaksin terdiri dari banyak jenis dan kandungan, masing-masing vaksin tersebut dapat memberikan Anda perlindungan terhadap berbagai penyakit yang berbahaya. Vaksin mengandung bakteri, racun, atau virus penyebab penyakit yang telah dilemahkan atau sudah dimatikan. Saat dimasukkan ke dalam tubuh seseorang, vaksin akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi. Proses pembentukan antibodi inilah yang disebut imunisasi. Ada beberapa jenis vaksin dan contohnya yaitu : (1). Live-attenuated : Measles,Rubella, Mumps, varicella zoster; (2).Inactivated : Hepatitis A, Influenza, pneumococcal, polysaccharide; (3) Recombinant sub-unit :Hepatitis B; (4) Toxoid : Tetanus, Diptheria (5). Conjugate polysaccharide protein : pneumococcal,meningococcal, Haemophlius influenza type b (Hib). Dan lain-lain.

Sudahkah Anda di Vaccine?

Di masa pandemic seperti sekarang ini, tentunya vaksin Covid-19 bukan hal yang asing lagi di telinga kita. Bahkan kita berusaha untuk mendapatkan vaksin sesegera mungkin. Nah, ini menjadi hal yang menjadi pertanyaan juga, kenapa sih? Kita pelajar Indonesia yang study di Tiongkok harus diberikan vaksin yang berasal dari Tiongkok. Padahal ada 6 jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan orang Indonesia. Hal itu sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Sebagai mahasiswa internasional yang nantinya kembali ke Tiongkok, kita akan lebih banyak berinteraksi dengan mahasiswa asing, tidak hanya warga Tionghoa tetapi juga mahasiswa di luar etnis Tionghoa. Karena itu, kita menganggap kalau semua vaksin Covid-19 yang dibuat darimanapun dan diakui oleh pemerintah Indonesia dapat kita pakai atau kita gunakan.

Lalu, mengapa harus Corona Vaksin yang berasal dari Tiongkok. Jawabannya, karena CoronaVac buatan China mengandung virus SARS-CoV-2 yang sudah tidak aktif, yang ketika disuntikkan akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali virus yang sudah tidak aktif dan memproduksi antibodi untuk melawannya sehingga tidak terjadi infeksi COVID-19 dan cocok digunakan untuk melawan virus Covid-19 yang berasal dari Wuhan China. Sehingga vaksin ini menjadi sangat efektif di tubuh ketika kita kembali ke China.

Adakah Efek samping dan bahaya coronavac?

Berdasarkan hasil analisa uji klinik fase 3 di Bandung, vaksin Covid-19 CoronaVac dinyatakan tidak memiliki efek samping buruk. Efek samping yang muncul hanya kategori ringan hingga sedang. Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) RI secara resmi mengeluarkan  izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin Covid-19 CoronaVac dari Sinovac Biotech Ltd yang bekerja sama dengan PT Bio Farma.

Kepala Badan POM, Dr Penny K Lukito mengatakan, bahwa berdasarkan evaluasi hasil uji klinik di Bandung, vaksin Covid-19 dari SinoVac telah memenuhi persyaratan pedoman penerbitan EUA oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO telah menerbitkan standar persyaratan EUA vaksin Covid-19 adalah terjamin tiga aspek penting yaitu khasiat, mutu, dan keamanan, dengan data hasil pemantauan selama 6 bulan mulai dari fase 1 dan 2.

Pembahasan sudah dilakukan pada 9 Desember 2020, 29 Desember 2020, 8 Januari 2021 dan 10 Januari 2021, berdasarkan data-data yang telah disampaikan oleh PT Bio Farma. “Secara keseluruhan (uji klinik di Bandung) menunjukkan, vaksin Covid-19 CoronaVac aman dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang,” tegasnya. Adapun, efek samping vaksin Covid-19 CoronaVac dari Sinovac yang terjadi dalam kategori ringan hingga sedang ini adalah efek samping lokal atau di sekitar area suntik vaksin, seperti berikut: Nyeri, Iritasi, Pembengkakan, Nyeri otot, Demam “Frekuensi efek samping dengan derajat berat seperti sakit kepala, gangguan di kulit atau diare yang dilaporkan hanya sekitar 0,1 sampai dengan 1 persen. Efek-efek samping tersebut merupakan efek samping yang tidak berbahaya dan dapat pulih. Sebab, secara keseluruhan kejadian efek samping ini juga dialami pada subjek atau partisipan yang mendapatkan plasebo orang yang pernah terinfeksi Covid-19. Selain itu, Badan POM juga menyebutkan vaksin Covid-19 CoronaVac aman berdasarkan hasil evaluasi terhadap data dukung yang diperoleh dari uji klinik fase 3 di Negara Brazil, Turki, dan Indonesia sendiri.

Hasil survey dilapangan menunjukkan 9 diantara 10 wanita yang diwawancarai setelah divaksin juga merasakan efek samping tersebut. Tetapi dianggap tidak berbahaya. Sebaliknya, informasi di media TV masih juga ditemukan kejanggalan tentang efek samping Covac. Sebagai contoh seorang pasien di Jakarta tiba-tiba meninggal dunia usai diberikan vaksin.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum menerima vaksin CoronaVac?

ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan dan dipersiapkan sebelum menjalani vaksinasi COVID-19, antara lain:

1. Hindari konsumsi minuman yang mengandung alkohol

Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol bisa melemahkan daya tahan tubuh. Bila Anda sudah dijadwalkan mendapatkan vaksin COVID-19, hindari minuman beralkohol setidaknya 2 hari sebelum vaksinasi hingga sekitar 2 minggu setelahnya. Hal ini penting dilakukan agar sistem imun Anda tetap kuat dan dapat menghasilkan reaksi kekebalan tubuh yang baik untuk mencegah virus corona.

2. Hindari olahraga berlebihan

Rutin berolahraga baik untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Olahraga juga perlu dilakukan sebelum mendapatkan vaksin, karena kebiasaan ini baik untuk membantu daya tahan tubuh tetap kuat. Agar lebih sehat dan aman, lakukan olahraga setidaknya 20–30 menit setiap hari atau minimal 3–5 kali per minggu.

3. Cukupi kebutuhan nutrisi

Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, seperti protein, vitamin, dan mineral, selama 1 minggu sebelum dan setelah mendapatkan vaksin. Selain melalui konsumsi makanan bergizi, menjaga kekuatan sistem imun juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi suplemen tambahan. Dengan demikian, tubuh dapat menciptakan reaksi kekebalan yang baik terhadap penyakit COVID-19.

4. Tidur yang cukup

Beberapa hari sebelum disuntik vaksin COVID-19, usahakan untuk tidak begadang dan cukupi waktu istirahat dengan tidur selama 7–9 jam setiap malamnya. Jika Anda sulit terlelap, coba praktikkan sleep hygiene, misalnya dengan mematikan telepon genggam dan peralatan elektronik lainnya paling tidak 1 jam sebelum Anda tidur.

5. Jalani pengobatan dari dokter

Bagi yang memiliki penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau infeksi HIV, Anda tetap disarankan untuk menjalani pengobatan dari dokter sebelum mendapatkan vaksin COVID-19. Salah satu syarat untuk mendapatkan vaksin COVID-19 bagi penderita penyakit kronis adalah jika kondisinya sehat dan terkontrol dengan pengobatan.

Bagi pasien diabetes, vaksin COVID bisa diperoleh jika kadar HbA1C berada di bawah 58 mmol/mol atau 7,5%. Sementara pada pasien HIV, vaksin COVID-19 baru bisa diberikan jika jumlah sel darah putih CD4 lebih dari 200. Agar lebih aman, orang yang memiliki penyakit kronis sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksin COVID-19.

Mengonsumsi obat-obat tertentu, seperti ibuprofen dan paracetamol, sebelum vaksinasi diduga dapat mengurangi kerja vaksin dan menurunkan respons sistem imun tubuh terhadap vaksin. Dokter akan menilai perlu tidaknya penggunaan suatu obat dihentikan sebelum pemberian vaksin.

6. Informasikan kondisi kesehatan diri

Beri tahu dokter atau petugas vaksinasi COVID-19 mengenai kondisi kesehatan Anda saat hendak divaksin, seperti: demam, riwayat alergi terhadap vaksin, penyakit tertentu, seperti kelainan darah, penyakit autoimun, penyakit kardiovaskular, diabetes, HIV, gangguan ginjal, atau penyakit liver, konsumsi obat-obatan tertentu, hamil atau berencana hamil, masa menyusui

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan Setelah Vaksinasi COVID-19

Setelah Anda mendapatkan vaksinasi COVID-19, lanjutkan dengan langkah-langkah berikut ini:

1. Perhatikan efek samping vaksin

Berbagai jenis vaksin, termasuk vaksin COVID-19, dapat menimbulkan beberapa efek samping ringan berikut ini: Nyeri dan bengkak di lokasi suntikan, demam, menggigil, lelah atau tidak enak badan, sakit kepala. Walau sangat jarang terjadi, vaksin kadang bisa menimbulkan efek samping berbahaya, seperti reaksi alergi, sesak napas, dan anafilaksis. Oleh karena itu, setelah mendapatkan vaksin COVID-19, Anda akan diminta untuk tidak meninggalkan fasilitas kesehatan di mana Anda menerima vaksin selama kurang lebih 30 menit. Tujuannya adalah agar dokter bisa memastikan Anda tidak mengalami efek samping tersebut.

2. Redakan efek samping vaksin

Untuk meredakan nyeri atau efek samping vaksin COVID-19 yang dirasa mengganggu, dapat dilakukan dengan cara beristirahat yang cukup, memberi kompres dingin pada area suntikan, dan lebih sering menggerakkan lengan yang disuntik. Selain itu, bisa menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol, untuk mengurangi nyeri diisertai dengan konsultasi dengan dokter.

3. Terapkan protokol kesehatan

Meski sudah mendapat vaksin COVID-19, bukan berarti sepenuhnya terhindar dari infeksi virus Corona. Orang yang sudah divaksin COVID-19 tetap bisa terkena penyakit ini, bahkan menularkannya kepada orang lain. Oleh karena itu, tetaplah menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19, seperti: mengenakan masker saat berada di luar rumah, menjaga jarak minimal 1,5–2 meter dari orang lain, mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik atau menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%, serta beristirahat di rumah ketika merasa tidak enak badan.

4. Siapkan diri untuk vaksinasi kedua

Vaksin COVID-19 harus diberikan dalam 2 dosis agar bisa menghasilkan reaksi imunitas yang optimal terhadap virus Corona. Jadwal pemberian vaksin COVID-19 kedua adalah 2 minggu setelah pemberian vaksin COVID-19 dosis pertama.

5. Mendapatkan vaksinasi untuk penyakit lain setelah vaksinasi COVID-19

Setelah mendapatkan vaksinasi COVID-19, sebaiknya menunda pemberian vaksin untuk penyakit lain, seperti vaksin flu dan vaksin hepatitis B. Jarak waktu penundaan vaksinasi untuk penyakit lain setelah mendapatkan vaksinasi COVID-19 adalah sekitar 2–4minggu. Untuk menentukan jadwal pemberian vaksin COVID-19 dan vaksin lainnya, bisa berkonsultasi dengan dokter.

Setelah mendapatkan vaksin COVID-19, hasil rapid test antigen dan antibodi COVID-19 Anda mungkin bisa menunjukkan hasil reaktif, tetapi jangan panik. Ini bisa jadi disebabkan oleh reaksi tubuh terhadap vaksin.

Untuk memastikan apakah hal tersebut merupakan reaksi terhadap vaksin atau memang karena COVID-19, Anda dapat berkonsultasi ke dokter. Bila perlu, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan PCR untuk memastikan diagnosis COVID-19.

Itulah hal-hal yang perlu dilakukan sebelum dan setelah vaksinasi COVID-19. Secara umum, vaksin COVID-19 yang kini disediakan pemerintah cukup aman dan efektif untuk mencegah infeksi virus Corona. Namun, apabila setelah divaksin masih mengalami keluhan tertentu, seperti sesak napas, sakit kepala berat, wajah dan tenggorokan bengkak, muncul ruam kemerahan di kulit, atau jantung terasa berdebar, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Referensi

Ellyvon Pranita. “BPOM: Efek Samping Vaksin Covid-19 CoronaVac Bersifat Ringan hingga Sedang”. https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/11/203300923/bpom–efek-samping-vaksin-covid-19-coronavac-bersifat-ringan-hingga-sedang?page=all#page2. Accessed 24 May 2021.

dr. Merry Dame Cristy Pane. Vaksin Sinovac. https://www.alodokter.com/vaksin-sinovac. Accessed 24 May 2021

Rika Anggraeni. “6 Jenis Vaksin Covid-19 di Indonesia: Sinovac, AstraZeneca, hingga Pfizer“.  available from : https://lifestyle.bisnis.com/read/20210113/106/1342384/6-jenis-vaksin-covid-19-di-indonesia-sinovac-astrazeneca-hingga-pfizer. Accessed 26 May 2021.

Syamaidzar. July 2020. Review Vaksin Covid-19. University of Indonesia. Article Available from: https://www.researchgate.net/publication/343126729. Accessed 24 May 2021.

Virdita Ratriani. Apa itu vaksin dan bagaimana cara kerjanya? https://www.google.co.id/amp/s/amp.kontan.co.id/news/apa-itu-vaksin-dan-bagaimana-cara-kerjanya. Accessed 24 May 2021.

Shopping Cart